1 Percabangan “if” sederhana
Contoh algoritma langkah-tertulis:

Dalam kode (pseudo-kode) misalnya:

Di sini hanya satu jalur alternatif: jika kondisi terpenuhi, maka aksi; jika tidak, maka program melanjutkan ke langkah selanjutnya tanpa aksi khusus.
2 Percabangan “if … else”
Menambahkan jalur alternatif bila kondisi tidak terpenuhi.
Algoritma:

Pseudo-kode:

Struktur ini membuat alur menjadi konvergen — setelah if/else, alur kembali tunggal.
3 Percabangan “if … else if … else”
Untuk memeriksa beberapa kondisi secara berjenjang.
Contoh algoritma:

Pseudo-kode:

Struktur ini menjaga algoritma tetap linier (langkah demi langkah) namun memungkinkan jalur alternatif lebih dari dua.
4 Percabangan bersarang / kompleks
Kadang, di dalam salah satu blok if/else perlu ada percabangan tambahan. Hal ini disebut nested if.
Contoh nyata:

Dalam kode:

Pemahaman terhadap percabangan bersarang penting agar siswa bisa membaca dan menulis teks algoritmik yang bertahap dan sistematis.